Daerah penelitian terletak di bagian basin Danau Rayo, Desa Sungai Jernih, Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan. Danau Rayo merupakan danau yang terbentuk dari aktivitas tumbukan meteor. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hipotesis tersebut dari segi karakteristik konsolidasi tanah. Parameter yang digunakan meliputi indeks kompresi (Cc), koefisien konsolidasi (Cv), tegangan prakonsolidasi (pc), dan Overconsolidation Ratio (OCR). Pengambilan sampel dilakukan pada empat titik pengamatan di area basin danau. Pengujian laboratorium dilakukan menggunakan uji konsolidasi untuk mengetahui perilaku kompresibilitas tanah serta keterkaitannya dengan kondisi geologi Danau Rayo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa area basin memiliki nilai OCR relatif tinggi berkisar antara 7,23–15,89 dengan tegangan prakonsolidasi sebesar 0,59–0,81 kg/cm², yang menunjukkan bahwa tanah pernah mengalami tegangan efektif maksimum lebih besar dibandingkan kondisi saat ini. Nilai indeks kompresi (Cc) berkisar antara 0,118–0,359 yang menunjukkan tingkat kompresibilitas sedang hingga cukup tinggi pada beberapa sampel. Sampel BR4 memiliki nilai Cc tertinggi sebesar 0,358732 dengan kadar air 38,06%, yang menunjukkan potensi penurunan tanah lebih besar dibandingkan sampel lainnya. Variasi nilai Cv menunjukkan adanya perbedaan kecepatan disipasi air pori dan permeabilitas tanah pada area basin. Karakteristik konsolidasi tersebut menunjukkan bahwa area basin pernah mengalami proses pemadatan yang signifikan dan kemudian berkembang sebagai zona akumulasi sedimen. Secara keseluruhan, karakteristik konsolidasi tanah pada area basin Danau Rayo mendukung interpretasi bahwa kawasan tersebut memiliki kemiripan dengan struktur impact crater lake.
Copyrights © 2026