Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) menghadapi tantangan dualitas, yaitu mempertahankan nilai-nilai keislaman sekaligus memperkuat daya saing institusional di tengah tuntutan globalisasi dan transformasi pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan indikator kepemimpinan Qur’ani berbasis grounded normative sebagai kerangka kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai Al-Qur’an dan relevan untuk memperkuat daya saing PTKI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di UIN Raden Intan Lampung. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data empiris dianalisis secara tematik, kemudian diintegrasikan dengan interpretasi normatif terhadap nilai-nilai kepemimpinan dalam Al-Qur’an dan hadis melalui kerangka grounded normative untuk memformulasikan indikator kepemimpinan Qur’ani. Hasil penelitian menemukan empat dimensi utama kepemimpinan Qur’ani, yaitu Siddiq yang direfleksikan melalui integritas akademik dan transparansi, Amanah melalui akuntabilitas dan tata kelola yang baik, Tabligh melalui komunikasi strategis dan keterbukaan informasi, serta Fathanah melalui inovasi tata kelola dan kecerdasan manajerial. Keempat dimensi tersebut menunjukkan relevansi strategis dalam memperkuat daya saing PTKI melalui pengembangan budaya mutu, peningkatan kualitas tata kelola, penguatan akreditasi, inovasi kelembagaan, dan peningkatan reputasi institusi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian manajemen pendidikan Islam dengan menawarkan formulasi indikator kepemimpinan Qur’ani berbasis grounded normative yang mengintegrasikan nilai-nilai normatif Islam dengan kebutuhan kepemimpinan strategis perguruan tinggi modern, khususnya dalam konteks penguatan daya saing PTKIN.
Copyrights © 2026