Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi adaptasi dan diversifikasi layanan yang diterapkan hotel bintang empat dan lima serta kontribusinya terhadap peningkatan daya saing Kota Batam sebagai destinasi Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE). Permasalahan penelitian berangkat dari volatilitas pasar MICE Batam, ketergantungan pada segmen korporat konvensional, keterbatasan variasi produk layanan, serta tertinggalnya daya saing Batam dibandingkan Singapura, Bali, dan Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif pada Wyndham Panbil Batam di bawah pengelolaan Panbil Hospitality Group. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima informan kunci yang dipilih secara purposive, observasi lapangan, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa serta divalidasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi dijalankan melalui adaptasi teknologi, operasional, dan infrastruktur, sedangkan diversifikasi layanan diwujudkan melalui outside catering, paket bleisure, wellness, serta custom eco-MICE. Kedua strategi tersebut meningkatkan kinerja hotel dan secara agregat memperkuat daya saing destinasi MICE Kota Batam. Penelitian menghasilkan model konseptual alur penguatan daya saing MICE lintas batas. Kata Kunci: strategi adaptasi; diversifikasi layanan; daya saing destinasi; MICE; Kota Batam
Copyrights © 2026