Latar Belakang: Kelelahan kerja merupakan kondisi akibat aktivitas fisik dan mental berlebihan yang dapat menurunkan konsentrasi, kewaspadaan, dan kinerja serta meningkatkan risiko kesalahan kerja. Pada petugas Aviation Security (Avsec), risiko tersebut meningkat karena tuntutan operasional 24 jam, beban fisik, dan tekanan psikologis. Tujuan: Mengkaji keterkaitan usia, jenis kelamin, kualitas tidur, shift kerja, masa kerja, serta stres kerja terhadap kelelahan kerja pada petugas Aviation Security (Avsec) di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Metode: Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional dan dilaksanakan selama Januari - Februari 2026. Populasi penelitian ini adalah seluruh petugas Avsec di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 200 responden melalui metode proportional random sampling. Pengolahan data menggunakan SPSS dengan analisis univariat, analisis bivariat dengan Chi-Square, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Terdapat keterkaitan yang bermakna antara usia (p = 0,000), kualitas tidur (p = 0,000), masa kerja (p = 0,034), dan stres kerja (p = 0,004) dengan kelelahan kerja. Sebaliknya, jenis kelamin (p = 1,000) dan shift kerja (p = 0,168) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kelelahan kerja. Pada analisis multivariat, usia (OR: 7,28; 95%CI: 3,01–17,09), kualitas tidur (OR: 10,65; 95%CI: 5,04–22,54), serta masa kerja (OR: 3,80; 95%CI: 1,04–13,82) tetap memperlihatkan hubungan yang signifikan terhadap kelelahan kerja. Kesimpulan: Kelelahan kerja pada petugas Aviation Security (Avsec) berkaitan dengan usia, kualitas tidur, masa kerja, dan stres kerja, sedangkan jenis kelamin dan shift kerja tidak menunjukkan keterkaitan. Pengendalian kelelahan perlu dilakukan melalui perbaikan kualitas tidur, penyesuaian beban kerja, dan pengelolaan stres.
Copyrights © 2026