QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026

IMPLEMENTASI MODEL BLENDED LEARNING DALAM PROGRAM DAKWAH MAJELIS TAKLIM DZIKIR ASSALAAMAH JAKARTA TIMUR UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL KEAGAMAAN

Nuril Maurida (PKU MUI DKI Jakarta)



Article Info

Publish Date
03 Sep 2026

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan dan dakwah Islam. Transformasi digital menuntut adanya metode dakwah yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Majelis taklim sebagai lembaga pendidikan Islam nonformal memiliki peran strategis dalam meningkatkan pemahaman keagamaan serta membangun kesadaran literasi digital masyarakat. Dalam konteks ini, penerapan model blended learning menjadi solusi efektif untuk mengintegrasikan pembelajaran konvensional dengan teknologi digital guna meningkatkan kualitas dakwah dan literasi keagamaan jamaah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model blended learning dalam program dakwah Majelis Taklim Dzikir Assalaamah Jakarta Timur serta dampaknya terhadap peningkatan literasi digital keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk memperoleh temuan yang sistematis dan valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi blended learning dilakukan melalui integrasi pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring dengan memanfaatkan platform digital seperti WhatsApp, YouTube, dan Zoom. Model ini memungkinkan jamaah untuk mengakses materi keagamaan secara fleksibel dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan interaksi antara ustaz dan jamaah. Selain itu, pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman keagamaan, keterampilan dalam mengakses sumber-sumber Islam yang kredibel, serta kemampuan jamaah dalam menyaring dan mengevaluasi informasi keagamaan di media digital. Implementasi blended learning juga memperluas jangkauan dakwah, meningkatkan partisipasi jamaah, dan mendorong terbentuknya budaya belajar sepanjang hayat yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Lebih lanjut, penelitian ini mengungkap bahwa keberhasilan penerapan blended learning didukung oleh ketersediaan teknologi, komitmen pengelola majelis taklim, serta antusiasme jamaah dalam memanfaatkan media digital. Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan, seperti keterbatasan literasi digital sebagian jamaah dan kendala teknis dalam penggunaan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan strategi pelatihan dan pendampingan berkelanjutan guna mengoptimalkan efektivitas program dakwah berbasis digital. Dengan demikian, penerapan model blended learning dalam program dakwah Majelis Taklim Dzikir Assalaamah Jakarta Timur berkontribusi signifikan terhadap peningkatan literasi digital keagamaan di era Society 5.0. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi akademik dan praktis dalam pengembangan dakwah berbasis teknologi serta inovasi pendidikan Islam nonformal di Indonesia.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

qanun

Publisher

Subject

Religion Humanities Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies (E-ISSN 2964-4690) is a high-quality, open-access peer-reviewed international journal published two times a year (March, September) by Asian Publisher. QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies focusing on historical, comparative, and legal and societal ...