Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNNES GIAT 16 di Desa Glagah, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo mengangkat tema ekonomi kreatif melalui program Glagah Berdaya yang menyasar dua pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yaitu Kedai Mbak Saroh dan usaha produksi tempe. Permasalahan yang dihadapi kedua mitra meliputi belum adanya legalitas usaha, minimnya pemanfaatan teknologi digital, lemahnya identitas visual, serta tata kelola keuangan yang belum tertata. Kegiatan dilaksanakan selama 45 hari melalui observasi, sosialisasi, dan pendampingan langsung secara door to door kepada pemilik usaha. Pada Kedai Mbak Saroh, program meliputi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), penerapan QRIS sebagai alat pembayaran digital, pendaftaran usaha pada Google Maps, serta pembaruan desain banner. Pada usaha produksi tempe, program meliputi pengurusan NIB, edukasi pembukuan sederhana secara manual, dan pembuatan logo produk. Hasil kegiatan menunjukkan kedua UMKM berhasil memperoleh legalitas usaha berupa NIB. Kedai Mbak Saroh kini dapat menerima pembayaran nontunai dan lebih mudah ditemukan secara daring, sedangkan usaha tempe memiliki sistem pencatatan keuangan sederhana dan identitas visual produk yang lebih kuat. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing, efisiensi transaksi, dan keberlanjutan usaha kedua mitra.
Copyrights © 2025