Kulit buah kakao merupakan salah satu limbah pertanian yang jumlahnya cukup melimpah, tetapi pemanfaatannya di tingkat masyarakat masih terbatas. Limbah tersebut umumnya dibuang atau dibiarkan menumpuk sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan. Kulit buah kakao diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, terutama senyawa fenolik, flavonoid dan komponen fitokimia lainnya yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produk herbal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah kulit buah kakao menjadi bahan herbal yang memiliki nilai tambah ekonomi. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi, penyuluhan, pelatihan pengolahan bahan baku, praktik pembuatan produk, pengemasan, pelabelan dan pendampingan pemasaran. Produk yang diperkenalkan berupa serbuk kulit kakao. Peserta juga diharapkan mampu melakukan sortasi, pencucian, pengeringan, pengecilan ukuran, pengemasan dan pelabelan produk secara mandiri. Kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah kulit buah kakao dapat menjadi salah satu alternatif pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal sekaligus mendukung penerapan ekonomi.
Copyrights © 2026