Limbah kulit kakao merupakan hasil samping perkebunan yang masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan kemandirian ekonomi anggota kelompok tani melalui pemanfaatan kulit kakao menjadi teh herbal berbasis prinsip zero waste dan ekonomi sirkular, sekaligus meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan keuangan usaha. Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, melalui sosialisasi, pre-test dan post-test, pelatihan, serta pendampingan langsung dalam proses pengeringan, penyangraian, pengemasan, dan pembuatan teh celup kulit kakao. Peserta kegiatan berjumlah sekitar 30 orang anggota kelompok tani perempuan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai potensi kulit kakao sebagai bahan baku produk bernilai ekonomi. Setelah sosialisasi, sebanyak 26 peserta (86,7%) memahami bahwa kulit kakao dapat diolah menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi. Kemampuan pengelolaan keuangan juga meningkat, ditandai dengan bertambahnya peserta yang melakukan pencatatan keuangan secara rutin dari 3 menjadi 12 orang. Selain itu, motivasi pengembangan produk olahan perkebunan dan komitmen penerapan prinsip zero waste mengalami peningkatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan kulit kakao menjadi teh herbal dapat menjadi alternatif pengurangan limbah perkebunan sekaligus meningkatkan nilai tambah dan peluang ekonomi masyarakat. Pendampingan berkelanjutan serta pengujian mutu dan stabilitas produk diperlukan untuk mendukung pengembangan usaha secara lebih luas.
Copyrights © 2026