Penelitian ini bertujuan menganalisis servant leadership pendeta terhadap jemaat yang menjalani masa tahanan di Rutan Kelas IIB Makale. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya kepemimpinan yang mengutamakan pelayanan, kepedulian, dan pemenuhan kebutuhan jemaat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di rumah tahanan, namun dalam praktiknya masih ditemukan kurangnya empati dan perhatian pendeta terhadap jemaat tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas tiga orang dari pihak gereja, termasuk pendeta, dua orang dari pihak rumah tahanan, dan satu orang narapidana. Data dikumpulkan di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Tiberias Makale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan servant leadershipbelum berjalan secara optimal karena masih kurangnya kesadaran dalam menghidupi nilai-nilai keadilan, empati, dan tanggung jawab terhadap jemaat yang menjalani masa tahanan. Oleh karena itu, pendeta perlu meningkatkan kepedulian, memperkuat pelayanan pastoral, serta membangun kerja sama dengan lembaga pemasyarakatan agar pelayanan kepada jemaat dapat berlangsung secara efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026