Penelitian ini menganalisis visualisasi aroma teh pada kemasan parfum merek lokal di Indonesia dengan menggunakan pendekatan teori encoding-decoding dari Stuart Hall. Objek penelitian mencakup empat varian parfum dari merek Mykonos, yaitu Matcha Latte, Tea Poetry, Hawaiian Crush, dan Down To Earth yang memiliki visual kemasan yang berbeda-beda meskipun sama-sama mengandung notasi aroma teh. Penelitian ini berfokus pada bagaimana elemen visual seperti warna, ilustrasi, dan bentuk digunakan oleh produsen untuk menyampaikan pesan tertentu dan bagaimana elemen-elemen tersebut dipahami atau dimaknai oleh konsumen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan wawancara semi-terstruktur dengan desainer (encoder) dan konsumen (decoder). Proses encoding mencakup penggunaan elemen warna yang diasosiasikan dengan karakter aroma, sedangkan decoding mengeksplorasi bagaimana latar belakang individu, preferensi, dan ekspektasi memengaruhi interpretasi konsumen terhadap kemasan. Survei pra-penelitian dilakukan untuk membuktikan adanya tren aroma teh pada industri parfum lokal dan menunjukkan popularitas aroma ini di kalangan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan adanya beragam pendekatan dalam memvisualisasikan suatu aroma pada kemasan parfum. Kemudian, warna, ilustrasi, dan desain kemasan yang digunakan untuk merepresentasikan aroma teh dimaknai secara beragam oleh konsumen, dipengaruhi oleh persepsi personal dan budaya. Penelitian ini menegaskan bahwa elemen visual pada kemasan tidak hanya berfungsi sebagai daya tarik estetis, tetapi juga menjadi media komunikasi yang dapat mencerminkan identitas aroma parfum yang abstrak. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam pengembangan keilmuan desain komunikasi visual, khususnya dalam memahami hubungan antara elemen visual pada kemasan parfum dan interpretasi konsumen terhadap visual dan aroma, serta memberikan panduan bagi industri kreatif dalam menciptakan kemasan yang lebih komunikatif dan efektif.Analysis of Tea Aroma Visualization on Local Perfume Packaging in Indonesia This study analyzes the visualization of tea aroma on local perfume packaging in Indonesia using Stuart Hall's Encoding-Decoding theory. It focuses on four Mykonos perfume variants—Matcha Latte, Tea Poetry, Hawaiian Crush, and Down To Earth—each with distinct packaging designs, despite sharing tea aroma notes. The research examines how visual elements like color, illustration, and shape are used by producers to communicate messages and how consumers interpret them. A qualitative-descriptive method was employed, involving semi-structured interviews with designers (encoders) and consumers (decoders). The encoding process highlights the strategic use of colors and visuals linked to specific aromas or nuances, while decoding explores how consumer interpretations are influenced by their backgrounds, preferences, and expectations. A preliminary survey confirmed the rising trend and popularity of tea aromas in the local perfume industry. The findings reveal varied approaches to visualizing aroma on packaging and diverse consumer interpretations of these visuals, shaped by personal and cultural contexts. Colors, illustrations, and packaging designs meant to evoke tea aroma are perceived differently by individuals, underscoring the subjective nature of visual communication. This study emphasizes that packaging visuals are not only aesthetic tools but also vital communication mediums, reflecting the abstract identity of a perfume’s aroma. The results contribute to the field of visual communication design by deepening the understanding of how packaging elements connect with consumer perceptions. They also provide valuable insights for the creative industry to develop more effective and communicative packaging designs.
Copyrights © 2026