Publish Date
30 Nov -0001
This study analyzes the management of internal communication in strengthening the Area Traffic Control System (ATCS) program at the Bandung City Transportation Department, highlighting how a new system creates a need for more intensive coordination among personnel with differing technical perspectives. The research focus encompasses planning, implementation, obstacles, solutions, and evaluation of internal communication within a technology-based public organization operational context. The research uses a case study approach with qualitative methods. Data collection techniques include in-depth interviews, participatory observation, and documentation analysis. Informants consist of the head of division, ATCS staff, and field technicians at the Bandung City Transportation Department. Data analysis was conducted thematically using the Miles and Huberman interactive model to identify communication patterns and their impact on traffic management and safety effectiveness. The research results show that internal communication planning in the ATCS program is conducted systematically with clear objective setting, appropriate stakeholder identification, context-appropriate message design, and diverse communication channel selection. Implementation occurs through vertical and horizontal communication using diverse media including SIAP ATCS and WhatsApp. Obstacles encompass technical, structural, cultural, and personal aspects, addressed through digital application development, regular training, and implementation of open communication systems. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi internal dalam penguatan program Area Traffic Control System (ATCS) di Dinas Perhubungan Kota Bandung, menyoroti bagaimana hadirnya sistem baru menciptakan kebutuhan koordinasi dan komunikasi yang lebih intensif antarunit dengan perspektif teknis berbeda. Fokus penelitian mencakup perencanaan, pelaksanaan, hambatan, solusi, dan evaluasi komunikasi internal dalam konteks operasional. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi. Informan terdiri atas kepala bidang, staff ATCS dan teknisi lapangan di Dinas Perhubungan Kota Bandung. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan model interaktif Miles dan Huberman untuk mengidentifikasi pola komunikasi dan dampaknya terhadap efektivitas manajemen lalu lintas dan keselamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan komunikasi internal dalam program ATCS dilakukan secara sistematis dengan penetapan tujuan jelas, identifikasi stakeholder yang tepat, perancangan pesan sesuai konteks operasional, dan penentuan saluran komunikasi beragam. Pelaksanaan berjalan melalui komunikasi vertikal dan horizontal dengan media beragam termasuk SIAP ATCS dan WhatsApp. Hambatan mencakup aspek teknis, struktural, kultural, dan personal, yang diatasi melalui pengembangan aplikasi digital, pelatihan berkala, dan penerapan sistem komunikasi terbuka.
Copyrights © 0000