Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perubahan pada pendapatan dan spiritualitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mustahik program zakat produktif di BAZNAS Kabupaten Pekalongan. Research gap dalam penelitian ini terletak pada masih dominannya penelitian terdahulu yang hanya mengukur keberhasilan zakat produktif dari aspek ekonomi, seperti peningkatan pendapatan atau pengembangan usaha, sementara kajian yang mengintegrasikan dimensi ekonomi dan spiritual secara simultan masih relatif terbatas, khususnya pada pelaku UMKM. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model Center of Islamic Business and Economic Studies (CIBEST) untuk mengukur perubahan kesejahteraan material dan spiritual mustahik. Data diperoleh melalui wawancara dan kuesioner terhadap 90 rumah tangga mustahik yang dipilih sebagai responden penelitian. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata pendapatan mustahik setelah mendapatkan program zakat produktif sebesar 23,57%, dari Rp2.329.111 menjadi Rp2.878.144. Selain itu, rata-rata skor spiritual meningkat setelah program dari 4,009 menjadi 4,165. Analisis CIBEST menunjukkan peningkatan Indeks Kesejahteraan dari 0,578 menjadi 0,722, penurunan Indeks Kemiskinan Material dari 0,389 menjadi 0,244, serta penurunan Indeks Kemiskinan Absolut dari 0,033 menjadi 0,011, meskipun Indeks Kemiskinan Spiritual meningkat menjadi 0,022 akibat perpindahan sebagian mustahik ke kuadran kemiskinan spiritual. Temuan ini menunjukkan adanya perubahan dalam kesejahteraan multidimensi para mustahik setelah mengikuti program zakat produktif, sehingga dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang efektif dalam mendukung pembangunan ekonomi Islam yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026