Penelitian ini mengevaluasi hubungan karakteristik dan hubungan genetik batuan andesit yang merupakan bagian dari Formasi Breksi Kompleks Kromong di Dukupuntang, Jawa Barat. Kajian ini dilakukan melalui metode pemetaan geologi dan analisis petrografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Andesit memiliki tekstur porfiritik–afanitik, subhedral – anhedral, hipidiomorf, hipokristalin, struktur vesikuler dan struktur sheeting joint. Komposisi mineralnya terdiri atas dominansi mineral plagioklas dengan sebagian kecil hadir mineral Piroksen, gelas vulkanik, dan mineral opak. Mineral sekunder yang hadir adalah klorit dan mineral lempung. Breksi vulkanik bersifat monomiktik, terpilah buruk, berkemas terbuka, dan tersusun atas fragmen andesit menyudut tanggung berukuran kerikil hingga bongkah dalam matriks tuf litik. Kesamaan tekstur, komposisi mineral, serta tipe ubahan antara andesit dan fragmen breksi menunjukkan bahwa fragmen tersebut kemungkinan besar berasal dari tubuh andesit yang sama atau dari produk magmatik yang sangat berkerabat. Tekstur sieve pada plagioklas mencerminkan ketidakseimbangan selama evolusi magma, tetapi penyebab spesifiknya belum dapat ditentukan tanpa kimia mineral dan geokimia batuan utuh. Pseudomorf, klorit, mineral lempung, veinlet lempung, dan rekahan menunjukkan ubahan pasca-emplacement yang dipengaruhi sirkulasi fluida meteorik. Data yang tersedia mendukung model sumber-proksimal bagi breksi vulkanik, tetapi belum cukup untuk membedakan secara tegas fragmentasi eksplosif, runtuhan kubah atau aliran lava, dan proses rombakan ulang. Hasil penelitian memperjelas hubungan litologis andesit–breksi vulkanik serta menetapkan kebutuhan analisis geokimia dan geokronologi untuk menguji petrogenesis.
Copyrights © 2026