Bulletin of Scientific Contribution : Geology
Vol 24, No 2 (2026): Bulletin of Scientific Contribution

KARAKTERISTIK RESERVOIR DAN ASOSIASI FASIES PADA BATUPASIR BERUMUR MIOSEN AWAL, LAPANGAN “ARUTALA”, CEKUNGAN SUMATRA TENGAH

Aprilia, Dias Dwi (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2026

Abstract

Batupasir berumur Miosen Awal merupakan salah satu reservoir hidrokarbon penting di Cekungan Sumatra Tengah yang berkembang dalam sistem pengendapan pasang-surut dan memiliki tingkat heterogenitas yang tinggi akibat variasi fasies pengendapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi litofasies, menentukan fasies pengendapan, serta mengevaluasi karakteristik petrofisika reservoir interval batupasir berumur Miosen Awal pada Lapangan “Arutala”. Analisis dilakukan menggunakan data 15 sumur yang terdiri atas log gamma ray, resistivitas, densitas, neutron, data core, sidewall core (SWC), dan marker stratigrafi. Interpretasi litofasies dan fasies pengendapan dilakukan melalui integrasi pola log gamma ray, log densitas-neutron, dan elektrofasies, sedangkan evaluasi petrofisika meliputi perhitungan volume shale (Vsh), porositas efektif (PHIE), saturasi air (Sw), dan permeabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batupasir berumur Miosen Awal tersusun atas empat litofasies utama, yaitu Interbedded Shale (SHI), Interbedded Shale and Sandstone (SHSI), Massive Sandstone (MS), dan Fining Upward Sandstone to Shale (FSSH), yang diinterpretasikan terendapkan pada lingkungan tidal mud flat, tidal mixed flat, dan distributary channel. Nilai Vsh berkisar antara 0,13–1,00 v/v dengan variasi nilai PHIE, Sw, dan permeabilitas yang mencerminkan heterogenitas reservoir. Berdasarkan kriteria cut-off berupa Vsh ≤ 0,68, PHIE ≥ 0,10, dan Sw ≤ 0,80, diperoleh total net reservoir sebesar 20 ft. Fasies MS memiliki rata-rata Vsh 35%, PHIE 21%, dan Sw 68% dengan net pay 8,5 ft, sedangkan fasies FSSH memiliki rata-rata Vsh 27%, PHIE 21%, dan Sw 75% dengan net pay 11,5 ft. Kedua fasies tersebut berasosiasi dengan lingkungan distributary channel dan menunjukkan kualitas reservoir terbaik dibandingkan fasies lainnya. Sebaliknya, fasies SHI pada lingkungan tidal mud flat memiliki kualitas reservoir yang relatif rendah akibat dominasi material halus dan tingginya kandungan serpih, sementara fasies SHSI pada lingkungan tidal mixed flat menunjukkan kualitas reservoir yang lebih bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi dan kualitas reservoir pada Batupasir berumur Miosen Awal dikontrol oleh variasi fasies pengendapan, di mana lingkungan distributary channel berkembang sebagai zona reservoir utama yang prospektif untuk pengembangan hidrokarbon.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

bsc

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Earth & Planetary Sciences Energy Environmental Science

Description

BSC Geology adalah jurnal yang dikelola oleh Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran,terbit 3 kali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember), yang menerbitkan karya tulis ilmiah dalam bidang kebumian terutama yang berkaitan dengan geologi seperti : Petrologi Paleontologi Geomorfologi ...