Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi terhadap daya beli masyarakat di Indonesia selama periode 2020–2024. Inflasi merupakan salah satu variabel makroekonomi yang paling berpengaruh terhadap kesejahteraan rumah tangga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah. Menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI), penelitian ini menerapkan metode analisis regresi berganda serta pendekatan deskriptif-kuantitatif untuk mengkaji hubungan antara tingkat inflasi, Indeks Harga Konsumen (IHK), upah riil, dan indeks daya beli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap daya beli masyarakat (β = -0,732; p < 0,01). Lonjakan inflasi pada tahun 2022 yang mencapai 5,51% akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan gangguan rantai pasok global menjadi titik kritis penurunan daya beli. Sebaliknya, inflasi rendah pada tahun 2020 (1,68%) di tengah pandemi COVID-19 tidak serta merta meningkatkan daya beli karena diikuti penurunan pendapatan dan tingginya angka pengangguran. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan moneter yang responsif dan program perlindungan sosial yang tepat sasaran guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat.
Copyrights © 2026