Tranformasi digital telah mendorong munculnya berbagai model bisnis baru, termasuk model bisnis freelance digital berbasis rekrutmen anggota yang memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jaringan dan memperoleh pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik, mekanisme rekrutmen, peluang, tantangan, serta keberlanjutan model bisnis tersebut di era transformasi digital. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui kajian terhadap jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, serta data dan laporan resmi yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model bisnis ini menggabungkan sistem kerja freelance berbasis platfrom digital dengan pengembangan jaringan melalui perekrutan anggota. Model tersebut menawarkan berbagai peluang, seperti fleksibilitas kerja, perluasan pasar, dan penciptaan lapangan kerja baru. Namun, terdapat sejumlah tantangan, antara lain ketidakmerataan infastruktur digital, rendahnya literasi digital, ketidakpastian pendapatan, serta potensi penyalahgunaan sistem yang menyerupai skema piramida. Selain itu, perkembangan tekonologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) memberikan dampak ganda berupa peluang peningkatan efisiensi sekaligus ancaman terhadap keberlanjutan beberapa jenis pekerjaan freelance. Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang adaptif, peningkatan literasi digital, dan penguatan infrastruktur untuk mendukung keberlanjutan model bisnis ini di Indonesia.
Copyrights © 2026