Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji sejauh mana Kualitas Sistem dan Fitur Pelaporan berpengaruh terhadap Partisipasi Masyarakat dalam pemanfaatan aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) di Kota Tangerang. Dasar penelitian berangkat dari kebutuhan pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan publik melalui pemanfaatan teknologi digital yang dapat mendukung komunikasi dua arah antara warga dan pemerintah. Walaupun aplikasi LAPOR telah diimplementasikan secara nasional, sejumlah studi terdahulu masih menemukan berbagai permasalahan seperti rendahnya literasi digital, kurangnya kompetensi administratif, keterbatasan infrastruktur teknologi, dan tidak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja sistem. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) melalui aplikasi SmartPLS. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 400 responden di Kota Tangerang. Instrumen penelitian terdiri dari tiga variabel utama, yaitu Kualitas Sistem, Fitur Pelaporan, dan Partisipasi Masyarakat, yang masing-masing diukur menggunakan indikator kemudahan penggunaan, keandalan, kecepatan akses, aksesibilitas, dan kapasitas pelaporan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kualitas Sistem terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Partisipasi Masyarakat (koefisien jalur = 0,988; T-statistik = 544,328; p = 0,000), sementara Fitur Pelaporan tidak terbukti berpengaruh signifikan (koefisien jalur = 0,012; T-statistik = 1,517; p = 0,129). Secara simultan, kedua variabel mampu menjelaskan 97,8% variasi Partisipasi Masyarakat (R² = 0,978). Dengan demikian, Kualitas Sistem merupakan faktor dominan yang menentukan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan aplikasi LAPOR di Kota Tangerang.
Copyrights © 2026