Program Kilas Sepekan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merupakan produk komunikasi publik berkala yang dipublikasikan melalui Instagram untuk merangkum kejadian bencana, penanganan, mitigasi, dan aktivitas kelembagaan. Meskipun informasi yang disampaikan dinilai bermanfaat dan kredibel, keterlibatan publik pada Kilas Sepekan relatif lebih rendah dibandingkan beberapa konten BNPB lainnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Humas BNPB dalam pengelolaan Kilas Sepekan serta menjelaskan faktor komunikasi yang berkaitan dengan rendahnya engagement publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivis. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan tiga informan internal BNPB dan dua pengikut Instagram, observasi konten, serta dokumentasi. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Analisis menggunakan proses manajemen Public Relations Cutlip, Center, dan Broom yang diperkuat perspektif government public relations, komunikasi dialogis, dan media richness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas BNPB memiliki alur kerja terstruktur yang meliputi pengumpulan dan verifikasi informasi, perencanaan konten, produksi, publikasi, monitoring, dan evaluasi. Namun, keberhasilan informatif belum otomatis menghasilkan keterlibatan aktif. Hambatan utama meliputi pola komunikasi yang dominan satu arah, visual yang formal, durasi video relatif panjang, pemanfaatan fitur interaktif yang belum optimal, serta kecenderungan menempatkan Instagram sebagai kanal highlight menuju platform lain. Salience isu turut mempengaruhi engagement, tetapi bukan satu-satunya penyebab. Humas BNPB perlu menjadikan respons audiens sebagai dasar perencanaan dan evaluasi serta memperkuat desain konten yang dialogis dan sesuai dengan karakter Instagram.
Copyrights © 2026