Penelitian skripsi karya ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan memvisualisasikan keanekaragaman makanan tradisional di Nagari Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, ke dalam karya seni fotografi makanan (Food Photography) sebagai upaya pelestarian warisan identitas budaya kuliner lokal yang mulai langka akibat perkembangan zaman dan maraknya makanan modern. Nagari Pariangan, yang dikenal sebagai nagari tertua (Nagari Nan Tuo) dalam historiografi Minangkabau sekaligus salah satu desa terindah di dunia, memiliki kekayaan kuliner berbasis pemanfaatan bahan baku lokal dan teknik pengolahan tradisional yang erat kaitannya dengan struktur sosial serta upacara adat masyarakat setempat. Melalui pendekatan Food Photography sebagai bagian dari cabang fotografi still life, pengkarya mengeksplorasi dan memvisualisasikan 20 jenis hidangan khas yang kini mulai jarang dijumpai dan umumnya hanya muncul pada momen tertentu seperti pernikahan, mando'a, baralek anak daro, turun mandi, batagak batu (pemasangan nisan), keluarga berkabung, hingga sunat rasul. Objek penciptaan tersebut meliputi: Pangek Kacang Paga, Timaba, Samba Lado Cangkuak, Samba Lado Karok, Lado Tanak, Kuah Lamak, Nasi Pangek, Sagun, Sarabai Bakarambia, Pinyaram, Kacimuih, Darai Karambia, Situai, Nasi Randan, Limbadua, Maco Panggang, Timandi, Galu-Galu, Dendeng Pisang Hijau, serta Sagu Gonai. Guna mengatasi kurangnya dokumentasi visual yang memadai dan berkualitas bagi generasi muda, proses pewujudan karya seni ini dirancang menggunakan konsep tradisional minimalis dengan menerapkan komposisi fotografi, teknik fotografi, serta teknik pengambilan foto yang tepat, sehingga menghasilkan representasi visual yang estetik,
Copyrights © 2026