Air layak konsumsi merupakan kebutuhan dasar manusia yang penting bagi kesehatan, namun banyakwilayah pedesaan seperti Desa Sukamaju belum memiliki sistem pemantauan kualitas air secara real-timesesuai standar kesehatan. Penilaian kelayakan air umumnya masih subjektif tanpa indikator ilmiah yang pasti.Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring kualitas air minum berbasisInternet of Things (IoT) dengan empat parameter utama: pH, TDS, kekeruhan, dan suhu. Sistemmenggunakan algoritma Fuzzy Tsukamoto untuk menentukan tingkat kelayakan air secara otomatis melaluidashboard web yang mudah diakses. Panel surya digunakan sebagai sumber energi mandiri, serta disertaifitur notifikasi WhatsApp untuk peringatan dini. Pengembangan sistem mengikuti metode Waterfall, dengandata dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil implementasi menunjukkan sistemdapat bekerja dengan baik dalam menampilkan data sensor dan mengklasifikasikan kualitas air secaraotomatis. Berdasarkan uji lapangan di dua sumber mata air, seluruh sampel terklasifikasi sebagai “LayakMinum” dengan rata-rata tingkat error sensor 15,17% (pH), 52,20% (TDS), dan 6,83% (suhu). Sistem iniberpotensi menjadi solusi awal pemantauan kualitas air di pedesaan, meskipun tetap diperlukan verifikasilaboratorium untuk parameter mikrobiologis dan kimia yang lebih kompleks.
Copyrights © 2026