Sebagian wilayah Desa Jembrak, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang merupakan kawasan dengan topografi perbukitan yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana tanah longsor, terutama pada saat curah hujan tinggi. Kondisi dinding penahan tanah (DPT) yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat umumnya masih bersifat tradisional, belum didasarkan pada perhitungan teknis, serta belum dilengkapi sistem drainase yang memadai sehingga berpotensi mengalami kegagalan struktur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan ketangguhan masyarakat melalui pendampingan teknis pembangunan DPT berbasis swadaya sebagai upaya mitigasi bencana. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Technology Development (PTD) yang melibatkan masyarakat secara aktif mulai dari tahap identifikasi permasalahan, penyusunan desain sederhana, edukasi mengenai teknik konstruksi DPT, pelaksanaan pembangunan secara gotong royong dengan supervisi teknis, hingga evaluasi hasil pekerjaan. Pendampingan difokuskan pada penerapan teknik konstruksi yang benar, penggunaan campuran mortar sesuai standar, serta pemasangan sistem drainase berupa weep holes untuk mengurangi tekanan hidrostatik di belakang dinding. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembangunan DPT telah dilaksanakan sesuai arahan teknis melalui penerapan pemasangan batu yang benar, penggunaan mortar yang tepat, serta pemasangan lubang drainase sehingga masyarakat memperoleh pemahaman mengenai pembangunan DPT yang lebih aman dan fungsional. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa implementasi teknologi tepat guna melalui hilirisasi pengetahuan bidang Teknik Sipil kepada masyarakat dan menjadi dasar penyusunan publikasi pada jurnal pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan terwujud kemandirian masyarakat dalam membangun infrastruktur mitigasi bencana yang lebih aman, berkelanjutan, dan berbasis swadaya
Copyrights © 2026