Temu balik berdasarkan kode buku merupakan operasi yang sering dilakukan ketika sistem mengakses, memperbarui, atau menghapus metadata. Jika pencarian dilakukan dengan menelusuri elemen satu per satu, waktu proses cenderung bertambah ketika jumlah record meningkat. Penelitian ini mengevaluasi Hash Table dengan separate chaining untuk pencarian exact-key dan membandingkannya dengan sequential search pada ArrayList, java.util. HashMap, dan java.util. TreeMap. Eksperimen menggunakan 10.000 record sintetis; dataset ini dipilih agar dapat dibangkitkan ulang dan tidak dimaksudkan sebagai representasi koleksi aktual Perpustakaan Ibrahimy. Empat target load factor (0,50; 0,75; 1,00; dan 1,50) diuji dengan 20.000 query yang terdiri atas 80% hit dan 20% miss. Setelah 10 putaran warm-up, setiap konfigurasi diukur 30 kali menggunakan System.nanoTime(); hasil dianalisis melalui rata-rata, simpangan baku, interval kepercayaan 95%, collision, panjang chain, dan speedup. Sequential search mencatat rata-rata 518,195 ms, TreeMap 3,979 ms, HashMap 0,817 ms, sedangkan Hash Table chaining berada pada 0,729-0,916 ms. Ketika load factor meningkat dari 0,50 menjadi 1,50, item collision naik dari 21,53% menjadi 48,26% dan panjang chain maksimum dari 5 menjadi 9. Pada workload ini, struktur berbasis hash memberikan waktu pencarian yang jauh lebih rendah daripada sequential search. Load factor 0,75 memberi kompromi yang layak antara kapasitas bucket dan latensi, tetapi kesimpulan ini dibatasi pada dataset, pola query, dan lingkungan pengujian yang digunakan.
Copyrights © 2026