Transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi menuntut pengelolaan layanan teknologi informasi (TI) yang andal, terintegrasi, dan berorientasi pada penciptaan nilai berkelanjutan. Namun, studi-studi terdahulu menunjukkan bahwa institusi perguruan tinggi masih sering menghadapi berbagai kendala sistemis, seperti penanganan insiden yang bersifat reaktif, kurangnya integrasi antarproses layanan, serta ketiadaan koordinasi yang terstandardisasi antarunit pendukung teknis. Penelitian konseptual ini bertujuan untuk menganalisis problematika tata kelola TI pada perguruan tinggi melalui sintesis literatur sistematis serta merancang kerangka kerja tata kelola TI integratif berbasis Service Value System (SVS) ITIL 4. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur komprehensif terhadap publikasi ilmiah nasional dan internasional terakreditasi dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil analisis sintesis literatur memetakan tiga kesenjangan utama dalam operasional TI perguruan tinggi: (1) fragmentasi titik kontak layanan (service desk), (2) ketiadaan basis data pengetahuan (knowledge base) yang terstruktur, dan (3) misalignment antara kebijakan strategis pimpinan dengan eksekusi teknis harian. Kebaruan (novelty) dari penelitian ini terletak pada perancangan model tata kelola integratif hulu-ke-hilir yang menghubungkan guiding principles dan governance tingkat makro dengan rantai nilai layanan (service value chain) serta empat management practices operasional mikro ke dalam satu ekosistem SVS ITIL 4 yang utuh. Kerangka kerja konseptual yang diusulkan menekankan pada pembentukan Single Point of Contact (SPOC), penguatan pengelolaan insiden dan masalah, serta integrasi mekanisme peningkatan berkelanjutan (continual improvement) guna menjamin efektivitas dan keberlanjutan nilai layanan TI di perguruan tinggi.
Copyrights © 2026