Penelitian ini mengkaji praktik perataan laba pada perusahaan sektor Consumer Non-Cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Good Corporate Governance (GCG), financial leverage, dan likuiditas terhadap perataan laba. Mekanisme GCG diproksikan melalui jumlah Komisaris Independen dan kepemilikan institusional, sedangkan kondisi keuangan diukur menggunakan rasio financial leverage dan likuiditas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan. Sampel penelitian terdiri atas 49 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan regresi logistik dengan SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah Komisaris Independen, kepemilikan institusional, financial leverage, dan likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap praktik perataan laba. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa praktik perataan laba pada perusahaan sektor Consumer Non-Cyclicals selama periode penelitian tidak dipengaruhi oleh mekanisme tata kelola perusahaan maupun kondisi keuangan yang diwakili oleh variabel-variabel tersebut. Faktor lain di luar model ini kemungkinan lebih berperan dalam keputusan manajemen terkait perataan laba. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi studi selanjutnya mengenai faktor-faktor yang memengaruhi praktik perataan laba.
Copyrights © 2026