Bandung Conference Series : Islamic Family Law
135-142

Implementasi Program Motekar dalam Upaya Pencegahan Perceraian Perspektif Hukum Keluarga islam

Sumayyah Fakhrul Mujahidah (Prodi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung, Indonesia.)
Ramdan Fawzi (Prodi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung, Indonesia.)
Shindu Irwansyah (Prodi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung, Indonesia.)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Abstract. The high divorce rate in Bandung City highlights the importance of preventive efforts to strengthen family resilience. One of the government’s initiatives is the Motekar Program, which provides education, counseling, assistance, mediation, and referrals for families experiencing domestic problems. This study aims to analyze the implementation of the Motekar Program in preventing divorce in Bandung City and to examine it from the perspective of Islamic Family Law. This research employed a qualitative method with a normative-empirical approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving informants from the Bandung City Office of Women’s Empowerment, Child Protection, Population Control, and Family Planning (DP3AKB) and Motekar cadres, supported by a literature review. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana interactive model, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that the Motekar Program is implemented through family problem identification, education, counseling, assistance, mediation, and referrals to relevant institutions. Although its implementation has not been fully optimal due to limitations in human resources, service coverage, institutional support, and public awareness, the program is consistent with the principles of Islamic Family Law in promoting family welfare, preserving family unity, and considering divorce as a last resort.   Abstrak. Tingginya angka perceraian di Kota Bandung menunjukkan pentingnya upaya preventif dalam memperkuat ketahanan keluarga. Salah satu program yang dikembangkan pemerintah adalah Program Motivator Ketahanan Keluarga (Motekar) yang berperan memberikan edukasi, pendampingan, mediasi, dan rujukan bagi keluarga yang mengalami permasalahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Motekar dalam upaya pencegahan perceraian di Kota Bandung serta meninjaunya dari perspektif Hukum Keluarga Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan dari DP3AKB Kota Bandung dan kader Motekar, serta didukung oleh studi kepustakaan. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Motekar dilaksanakan melalui identifikasi permasalahan keluarga, edukasi, konseling, pendampingan, mediasi, dan rujukan kepada lembaga terkait. Meskipun pelaksanaannya belum optimal akibat keterbatasan sumber daya manusia, cakupan wilayah kerja, dukungan kelembagaan, dan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap program, implementasi Motekar telah sejalan dengan prinsip Hukum Keluarga Islam dalam mewujudkan kemaslahatan, menjaga keutuhan keluarga, dan menjadikan perceraian sebagai jalan terakhir.  

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSIFL

Publisher

Subject

Religion Humanities Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences Other

Description

Bandung Conference Series Islamic Family Law (BCSIFL) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada hukum keluarga islam dengan ruang lingkup sebagai berikut, Batasan Usia Perkawinan, Dampak Perkawinan, Fikih Mawaris. Fikih Munakahat, Habaib ...