Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Hiperglikemia yang terjadi akibat gangguan sekresi atau kerja insulin dapat menimbulkan komplikasi serius. Metformin sebagai terapi lini pertama sering menimbulkan efek samping gastrointestinal, sehingga diperlukan alternatif terapi berbasis herbal. Daun jambu biji (Folium guajava L.) diketahui mengandung flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai agen antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun jambu biji terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus) jantan yang hiperglikemia. Penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest control group dengan lima kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif (metformin), serta tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak daun jambu biji 150 mg/kgBB, 250 mg/kgBB, dan 350 mg/kgBB. Intervensi dilakukan selama 14 hari dengan pengukuran kadar glukosa darah. Hasil penelitian adalah ekstrak daun jambu biji pada dosis 150, 250, dan 350 mg/kgBB menunjukan penurunan kadar glukosa darah secara signifikan (p<0,05) dibandingkan kontrol negatif. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara dosis 350 mg/kgBB dengan kontrol positif (metformin) (p>0,05). Penurunan terbesar terjadi pada dosis 350 mg/kgBB. Ekstrak daun jambu biji (Folium guajava L.) dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus hiperglikemia, dengan dosis 350 mg/kgBB.
Copyrights © 2026