Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan salah satu masalah gizi yang masih banyak ditemukan pada remaja putri. Kondisi ini menjadi perhatian penting karena dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, mengganggu kesehatan reproduksi serta meningkatkan risiko komplikasi pada masa kehamilan di kemudian hari. Salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya KEK adalah pola makan yang tidak memenuhi kebutuhan gizi. Pola makan yang kurang baik pada masa remaja tidak hanya berdampak pada status gizi saat ini, tetapi juga cenderung menetap hingga usia dewasa sehingga dapat memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada remaja putri di SMP N 1 Mlati Sleman. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri kelas VII dan VIII di SMP N 1 Mlati Sleman sebanyak 145 siswi, dengan sampel 65 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data pola makan dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 15 pertanyaan, sedangkan status KEK diukur melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan pola makan kurang mendominasi dengan besaran 47,7% dan yang mengalami KEK sebesar 58,5%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan antara pola makan dengan kejadian KEK dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p<0,05). Hubungan tersebut memiliki kekuatan sangat kuat (koefisien korelasi r = -0,949) dengan arah negatif yaitu semakin baik pola makan remaja putri, maka semakin rendah risiko mengalami KEK. Temuan ini menunjukkan pentingnya upaya peningkatan pola makan yang sehat dan seimbang sebagai strategi pencegahan KEK pada remaja putri.
Copyrights © 2026