Masalah pengeluaran ASI pada hari pertama setelah melahirkan dapat disebabkan oleh berkurangnyarangsangan hormon oksitosin. Setelah melahirkan ibu mengalami perubahan fisik dan fisiologis yangmengakibatkan perubahan psikisnya. Upaya secara non farmakologis yang dapat dilakukan untukmeningkatkan produksi ASI adalah pijat oksitosin, pijat marmet, pijat punggung, denganmenggunakan aromaterapi, konsumsi jantung pisang dan rolling massage. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui karakteristik responden berdasarkan usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, danuntuk mengetahui kelancaran ASI sebelum dan sesudah dilakukan intervensi serta untuk mengetahuipengaruh kombinasi pijat oksitosin dan konsumsi ekstrak daun katuk terhadap kelancaran produksiASI ibu post partum di Puskesmas Parakansalak Kabupaten Sukabumi. Desain penelitian yangdigunakan adalah quasi eksperimen pretest posttest two group design. Pengambilan sampeldilakukan dengan teknik consecutive sampling dan accidental sampling dengan menggunakan lembarobservasi dan gelas ukur. Analisa data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat. : Produksi ASIkurang lancar sebelum diberikan intervensi, produksi ASI semakin lancar sesudah diberikanintervensi, ada pengaruh kombinasi pijat oksitosin dan konsumsi ekstrak daun katuk terhadapkelancaran produksi ASI ibu post partum di Puskesmas Parakansalak Kabupaten Sukabumi.Kata kunci: Produksi ASI, Pijat Oksitosin dan Ekstrak Daun Katuk
Copyrights © 2026