Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai adanya peningkatan gula pada tubuh sehinggaperlunya keteraturan pengobatan jangka panjang, banyak penderita diabetes yang sering lupa minum obat olehkarena itu telenursing hadir sebagai solusi di era teknologi ini. Tujuan: untuk menganalisis efektivitastelenursing terhadap kepatuhan minum obat pada penderita Diabetes Mellitus di wilayah kerja PuskesmasTenayan Raya. Metode: Penelitian quasi-experiment dengan rancangan pre-post test. Teknik purposivesampling, terdiri dari 30 responden ,15 kelompok eksperimen yang diberikan intervensi berupa edukasi danpesan pengingat minum obat melalui whatsapp yang dilakukan selama 7 hari, 15 kelompok kontrol yang hanyadiberikan edukasi saja. Kriteria inklusi; pasien dengan diagnosa Diabetes Mellitus dan penyakit penyerta, beradadi wilayah kerja puskesmas tenayan raya, dengan kepatuhan rendah, terdaftar di aplikasi whatsapp, dan mampumembaca serta menggunakan gawai dengan baik, kriteria ekslusi; pasien dengan riwayat injeksi insulin.Kepatuhan diukur menggunakan kuesioner MMAS-8. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Univariat mayoritas berusia 19-44 tahun sebanyak 27 responden (90,0%), jenis kelaminperempuan 18 responden (60,0%), pendidikan SMA sebanyak 14 responden (46,7%), lama menderita sebanyak9 responden (30,0%). Bivariat hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan skor kepatuhan padakelompok eksperimen sesudah intervensi (p-value = 0,001). Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaansignifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol pada saat post-test (p-value = 0,000), dengan peringkatkepatuhan kelompok eksperimen jauh lebih tinggi. Kesimpulan: Telenursing melalui whatsapp efektifmeningkatkan kepatuhan minum obat penderita Diabetes Mellitus.
Copyrights © 2026