Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendapatan per kapita dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap pertumbuhan ekonomi (GDP) Indonesia dalam upaya keluar dari Middle Income Trap (MIT) menuju Indonesia Emas 2045. Data time series tahun 1994 – 2024 diperoleh dari World Bank dan BPS, dianalisis menggunakan pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Hasil estimasi ARDL Bounds Testing mengonfirmasi adanya hubungan kointegrasi (jangka panjang) yang valid antara pertumbuhan ekonomi, pendapatan per kapita, dan IPM (F-statistik = 6,229, signifikan pada taraf 1%). Model Error Correction Model (ECM) menunjukkan bahwa guncangan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 1994–2024 terkoreksi sangat cepat menuju keseimbangan jangka panjangnya (koefisien ECT = −1,1655; signifikan pada taraf 1%). Dalam jangka pendek, perubahan IPM periode berjalan terbukti menjadi pendorong signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, sementara pengaruh individual pendapatan per kapita dan IPM dalam jangka panjang tidak signifikan secara statistik akibat multikolinearitas yang kuat antarkeduanya (korelasi 0,967), meskipun kontribusi gabungan keduanya terhadap pertumbuhan ekonomi terbukti nyata melalui uji kointegrasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi keluar dari MIT perlu mengintegrasikan penguatan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan pendapatan secara berkelanjutan, tidak hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi jangka pendek semata.
Copyrights © 2026