Pendidikan merupakan landasan utama untuk membangun sumber daya manusia yang sangat kompetitif dan mampu menjawab tuntutan era global. Percepatan globalisasi, transformasi digital, dan pertukaran pengetahuan lintas batas telah menghadirkan tantangan kompleks bagi sistem pendidikan nasional Indonesia, termasuk disrupsi teknologi, standar kompetensi abad ke-21 yang belum terpenuhi, dan ketidaksetaraan akses pendidikan yang terus berlanjut. Studi ini menerapkan Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR) berdasarkan pedoman Kitchenham (2004) dan Kitchenham dan Charters (2007), yang terdiri dari tiga tahap utama: perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Delapan belas sumber ilmiah ditelusuri secara sistematis, disaring, dan masing-masing diverifikasi secara independen terhadap catatan publikasi aslinya (DOI atau halaman jurnal resmi) sebelum dimasukkan, untuk memastikan bahwa setiap kutipan otentik dan dapat dilacak. Sintesis ini mengidentifikasi lima tantangan global yang saling terkait yang dihadapi pendidikan Indonesia: disrupsi teknologi dan digitalisasi, tuntutan kompetensi abad ke-21, kesenjangan akses pendidikan, erosi identitas nasional di bawah globalisasi budaya, dan implementasi kebijakan pendidikan nasional yang tidak merata. Temuan menunjukkan bahwa kesenjangan infrastruktur digital, pelaksanaan kebijakan yang tidak konsisten, dan pendidikan karakter yang tidak memadai tetap menjadi hambatan yang paling mendesak. Artikel ini merekomendasikan penguatan kesetaraan infrastruktur digital, percepatan peningkatan kapasitas guru untuk kompetensi abad ke-21, penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila, dan peningkatan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga pendidikan tinggi, dan industri. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya verifikasi sumber yang ketat dalam penelitian pendidikan berbasis literatur, sehingga rekomendasi kebijakan untuk pendidikan Indonesia didasarkan pada bukti yang autentik dan akuntabel.
Copyrights © 2025