Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Pesisir Selatan. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan anak. Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode penting dalam pencegahan stunting, salah satunya melalui pelayanan Antenatal Care (ANC). Kunjungan ANC memberikan kesempatan kepada ibu untuk memperoleh pemantauan kesehatan, pemeriksaan ibu dan janin, konseling gizi, suplementasi, serta deteksi dini faktor risiko kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kunjungan ANC pada periode 1.000 HPK dengan kejadian stunting pada anak usia 24–59 bulan di Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan rancangan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 104 orang yang memiliki anak usia 24–59 bulan. Variabel independen adalah kunjungan ANC selama kehamilan, sedangkan variabel dependen adalah kejadian stunting. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 29 anak (27,9%) mengalami stunting dan 75 anak (72,1%) tidak mengalami stunting. Responden dengan kunjungan ANC tidak sesuai standar sebanyak 56 orang (49,4%), sedangkan yang sesuai standar sebanyak 48 orang (50,6%). Pada kelompok kunjungan ANC tidak sesuai standar, terdapat 23 anak (41,1%) mengalami stunting, sedangkan pada kelompok kunjungan ANC sesuai standar terdapat 6 anak (12,5%) mengalami stunting. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kunjungan ANC dengan kejadian stunting dengan p-value = 0,003. Nilai OR = 4,879 (95% CI: 1,781–13,362) menunjukkan bahwa responden dengan kunjungan ANC tidak sesuai standar memiliki peluang 4,879 kali lebih besar memiliki anak stunting dibandingkan dengan kunjungan ANC sesuai standar. Terdapat hubungan signifikan antara kunjungan ANC pada periode 1.000 HPK dengan kejadian stunting pada anak usia 24–59 bulan di Kabupaten Pesisir Selatan. Penguatan pelayanan ANC sejak trimester pertama diperlukan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Copyrights © 2026