Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi tekanan ganda antara pelestarian tradisi keilmuan klasik dan tuntutan modernisasi di era Society 5.0 pada tahun 2023. Transformasi pendidikan Islam melalui pesantren menjadi keniscayaan mendesak di tengah derasnya arus globalisasi, disrupsi digital, dan perubahan karakteristik generasi muda, namun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan seperti kesenjangan literasi digital, keterbatasan infrastruktur, serta kekhawatiran tergerusnya otoritas kitab kuning dan nilai-nilai tradisional pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif transformasi pesantren dalam pendidikan Islam modern serta merumuskan model integrasi yang harmonis antara tradisi dan modernitas pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, buku akademik, serta dokumen kebijakan yang relevan dengan transformasi pesantren dan pendidikan Islam modern yang terbit pada tahun 2023 ke bawah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara kritis-analitis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa transformasi pesantren diimplementasikan melalui empat strategi utama: (1) integrasi kurikulum yang memadukan kurikulum pesantren tradisional (salafiyah) berbasis tahfidz dan diniyah dengan Kurikulum Merdeka Nasional yang menekankan kompetensi sains, kreativitas, dan berpikir kritis; (2) transformasi pedagogis dari metode sorogan dan bandongan menuju model hybrid dan digital-based learning yang mengintegrasikan teknologi digital tanpa meninggalkan metode tradisional; (3) digitalisasi pesantren melalui penerapan Learning Management System (LMS), pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta pengembangan model digipreneur yang mengintegrasikan pendidikan agama, literasi digital, dan kewirausahaan; serta (4) penguatan moderasi beragama dan pendidikan karakter melalui internalisasi nilai-nilai wasathiyah dan pembentukan santri sebagai agent of change. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan Model TRANSFORMASI-PESANTREN sebagai kerangka komprehensif transformasi pendidikan Islam yang mengintegrasikan dimensi kurikuler, pedagogis, digital, dan kultural secara simultan dengan tetap menjaga akar tradisi keilmuan pesantren. Secara praktis, model ini dapat menjadi panduan bagi pengasuh pesantren, pengelola, dan pembuat kebijakan dalam merancang transformasi pesantren yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas keislaman. Penelitian ini merekomendasikan penguatan integrasi kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan zaman, peningkatan kapasitas ustaz dan ustazah dalam literasi digital dan pedagogi inovatif, pengembangan infrastruktur teknologi yang memadai, serta penguatan kolaborasi antara pesantren, perguruan tinggi, dan dunia industri.
Copyrights © 2024