Penelitian ini membahas siombol budaya “Satu Tungku Tiga Batu” sebagai bentuk symbolic interaction dalam menjaga toleransi masyarakat di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Latar belakang penelitian ini terinspirasi oleh keberagaman agama di kalangan masyarakat Fakfak yang mampu hidup secara harmonis meskipun memiliki keyakinan yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna simbolis dari “Satu Tungku Tiga Batu” serta bagaimana penerapannya dalam kehidupan sosial di Fakfak. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini mencakup tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta penduduk Desa Danaweria di Kabupaten Fakfak. Analisis data diolah menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” telah berdampak sebagai simbol persatuan di antara masyarakat lintas agama di Fakfak. Nilai-nilai toleransi diimplementasikan melalui tradisi saling membantu, kolaborasi dalam pembangunan tempat ibadah, pengamanan acara keagamaan, dan hubungan kekeluargaan yang melampaui batasan agama. Penelitian ini menegaskan bahwa budaya lokal sangat penting dalam mempertahankan stabilitas sosial serta memperkuat relasi antarumat beragama dalam konteks masyarakat yang beraneka ragam.
Copyrights © 2026