Pendahuluan: Kaki diabetik merupakan komplikasi yang paling banyak dialami oleh pasien Diabetes Mellitus yang dapat mengakibatkan tindakan amputasi. Penerapan fungsi keluarga yang optimal dapat membantu meningkatkan motivasi intrinsik pasien DM untuk melakukan perawatan kaki sebagai upaya pencegahan kaki diabetik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan APGAR keluarga dengan motivasi intrinsik pasien DM melakukan perawatan kaki diabetik. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data karakteristik responden, data pendukung, kuesioner APGAR keluarga, Kuesioner motivasi intrinsik Treatment Self-Regulation Questionnaire) pada 118 responden. Analisis data menggunakan uji Pearson korelasi, Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai korelasi variabel APGAR keluarga dan variabel motivasi intrinsik pasien DM melakukan perawatan kaki diabetik (r) sebesar 0,801, menunjukkan adanya hubungan korelasi yang kuat. Serta uji signifikansi hubungan dengan nilai Pvalue 0,001. Kesimpulan dan saran : APGAR keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan motivasi intrinsik pasien DM melakukan perawatan kaki diabetik. Oleh karena itu diharapkan kepada Penanggungjawab DM dan Promosi kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat agar lebih meningkatkan program dukungan sosial berbasis keluarga untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dialami oleh penderita DM sehingga tidak terjadi komplikasi kaki diabetik.
Copyrights © 2026