Latar Belakang: Rumah sakit for-profit di Indonesia menghadapi tekanan lingkungan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) yang semakin meningkat akibat volatilitas tarif BPJS/JKN, ketergantungan tinggi terhadap impor bahan baku farmasi, serta dampak krisis global terhadap biaya operasional dan keberlanjutan organisasi. Kondisi tersebut menuntut rumah sakit memiliki model perencanaan strategis yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan lingkungan. Tujuan: mengembangkan dan memvalidasi Wira-Daya Matrix sebagai model operasional perencanaan strategis rumah sakit for-profit di Indonesia dengan mengidentifikasi prioritas kapabilitas Top Management Team (TMT) dan Company Resources (CR). Metode: Â menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain eksploratori-sekuensial. Tahap awal dilakukan menggunakan metode Strategic Assumptions Surfacing and Testing (SAST) melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi dan menyaring variabel strategis. Selanjutnya, metode Analytic Network Process (ANP) digunakan melalui wawancara mendalam terhadap delapan eksekutif rumah sakit untuk menentukan bobot prioritas masing-masing variabel. Hasil: menunjukkan bahwa adaptabilitas merupakan kapabilitas TMT paling dominan dengan bobot 0,301, diikuti kepemimpinan (0,255), komunikasi (0,211), pengalaman dan pengetahuan (0,162), serta keberagaman tim manajemen (0,071). Pada dimensi sumber daya perusahaan, kapabilitas keuangan menjadi faktor paling dominan dengan bobot 0,432. Kesimpulan: penelitian ini menghasilkan Wira-Daya Matrix yang membagi strategi rumah sakit ke dalam empat kuadran, yaitu survival, turnaround, hold-out, dan growth. Diskusi: Model ini mendorong perubahan pendekatan strategis dari plan-action menuju diagnose-choose dalam menghadapi lingkungan VUCA.
Copyrights © 2026