Pendahuluan: Lansia merupakan kelompok rentan yang memiliki risiko tinggi mengalami gangguan psikologis pasca bencana banjir, khususnya kecemasan sehingga menyebabkan lansia susah menghadapi pasca banjir dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Kecemasan yang tidak diatasi berdampak pada kualitas hidup serta memperburuk kondisi kesehatan lansia. Di lokasi berdampak banjir seperti Kabupaten Padang Pariaman efek psikologis pasca banjir belum menjadi fokus utama dalam upaya pemulihan kesehatan masyarakat.Terapi music minang slow merupakan salah satu upaya non-farmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan melalui efek relaksasi dan pengaturan emosi, namun pemanfaatan musik tradisional lokal sebagai media terapi masih sangat terbatas. Tujuan: mengetahui efektivitas terapi musik Minang Slow sebagai intervensi non-farmakologis terhadap kecemasan lansia pasca banjir di Kabupaten Padang Pariaman, serta menganalisis perubahan tekanan darah sebagai respon fisiologis yang menyertai kecemasan. Metode: menggunakan desain penelitian Quasi- Eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Pengumpulan data dilaksanakan dari 18 Mei s.d 13 Juni 2026. Intervensi dilakukan 3x seminggu selama 4 minggu dengan durasi 20-30 menit. Sampel penelitian adalah lansia hipertensi yang terdampak banjir dan mengalami kecemasan. Menggunakan tekhnik purposive sampling dengan analisis data univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian diperoleh rata- rata kecemasan lansia sebelum diberikan intervensi terapi music minang slow Adalah 18,92 (SD 3,088) dan rata-rata kecemasan setelah adalah 13,17 (SD 1,850). Uji paired t test menunjukan adanya pengaruh terapi musik minang slow terhadap kecemasan lansia hipertensi pasca banjir di Kabupaten Padang Pariaman.Diskusi: terapi musik minang slow menggunakan melodi tradisional yg lembut membantu menurunkan hormon stress dan memicu rasa tenang.
Copyrights © 2026