Faktor krusial dalam menilai kesejahteraan hidup seorang lansia adalah kualitas hidup, dimana mencerminkan kondisi fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan mereka. Tingkat pendidikan adalah satu dari banyak yang mempengaruhi kualitas hidup lansia. Pendidikan berperan dalam meningkatkan literasi kesehatan, mendorong penerapan gaya hidup yang lebih sehat, serta mendukung pemanfaatan layanan kesehatan secara optimal. Hasil penelitian mengenai hubungan antara tingkat pendidikan dan kualitas hidup lansia masih menunjukkan temuan yang tidak konsisten. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dan kualitas hidup lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Kota Bengkulu. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik total sampling digunakan untuk merekrut 42 lansia. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kualitas hidup lansia dalam penelitian ini adalah kuesioner WHOQOL-BREF. Data dianalisis secara univariat dan bivariat, Fisher's Exact Test digunakan untuk menguji hubungan antara tingkat pendidikan dan kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas hidup sebagian besar responden buruk (78,6%) dan tidak memiliki pendidikan formal (35,7%). Dibandingkan dengan populasi yang tidak memiliki riwayat pendidikan tinggi, populasi yang telah menempuh pendidikan tinggi memiliki lebih banyak potensi untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan dengan populasi yang tidak. Namun, hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat pendidikan dan kualitas hidup tidak ditemukan (p=0,233), menurut analisis bivariat. Hasilnya didapatkan bahwa kualitas hidup lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Kota Bengkulu tidak secara signifikan berkorelasi dengan tingkat pendidikan mereka.
Copyrights © 2026