Pneumonia merupakan infeksi akut yang menyerang jaringan paru-paru (alveoli) yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti bakteri, virus, ataupun jamur dan merupakan penyebab utama tingginya kesakitan dan kematian pada balita. Rumah Sakit Daerah Kalabahi mencatat pneumonia sebagai urutan pertama dalam daftar 10 penyakit terbanyak pada pelayanan rawat inap dengan jumlah 143 kasus pada tahun 2024 dan hingga oktober 2025 telah tercatat 128 kasus pneumonia pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian pneumonia pada balita di Rumah Sakit Daerah Kalabahi tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan studi case control. Sampel dalam penelitian ini adalah balita berusia 1-59 bulan sebanyak 128 sampel yang terdiri dari 64 sampel kasus dan 64 sampel kontrol dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling serta matching berupa usia dan jenis kelamin. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa, ada pengaruh signifikan BBLR (p=0,022; OR=2,515), status imunisasi PCV (p=0,000; OR=4,911), riwayat pemberian ASI eksklusif (p=0,000; OR=4,259), status gizi (p=0,000; OR=4,446), paparan asap rokok (p=0,053; OR=2,003), dan kepadatan hunian (p=0,031; OR=2,225) terhadap kejadian pneumonia pada balita di Rumah Sakit Daerah Kalabahi tahun 2025. Sementara itu, kebiasaan ibu membawa balita ke dapur saat memasak tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa, faktor risiko yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian pneumonia pada balita yaitu status imunisasi PCV (p=0,000; OR=7,039).
Copyrights © 2026