Masa remaja merupakan tahapan perkembangan yang strategis dalam mempersiapkan generasi yang sehat, tangguh dan produktif di masa mendatang. Guna mencapai kondisi tersebut, tidak cukup hanya memerhatikan kesehatan fisik saja, namun juga perlu memerhatikan kesehatan mental yang merupakan komponen penting dalam menentukan kualitas hidup dan kesejahteraan remaja. Survei yang dilakukan oleh I-NAMHS (Indonesia National Adolescent Mental Health Survey) tahun 2022 menunjukkan sebanyak 15,5 juta atau sekitar 34,9% remaja mengalami masalah kesehatan mental. Peserta didik di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) umumnya termasuk dalam fase remaja. Kesehatan mental memiliki peran penting dalam hal memengaruhi cara berpikir, merasakan, dan berperilaku individu dalam kehidupan sehari-hari yang selanjutnya berdampak pada individu dalam menghadapi stres, berinteraksi dengan orang lain, serta pengambilan keputusan dalam berbagai situasi kehidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kesehatan mental pada remaja kelas XII jurusan pekerja sosial di SMKN 7 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Analisis univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (62,5%) dan mayoritas responden berusia 18 tahun (67,2%). Skor kekuatan 56 orang (87,5%) dalam batas normal, kesulitan 46 orang (71,9%) dalam batas normal. Perlunya dilakukan skrining awal kesehatan mental pada remaja di sekolah-sekolah dengan menggunakan Strengths & Difficulties Questionnaire (SDQ).
Copyrights © 2026