Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan. Sebanyak 36.000 kasus baru ditemukan di Indonesia setiap tahun dan sebagian besar terdiagnosis pada stadium lanjut. Cakupan pemeriksaan HPV DNA sebagai metode skrining dini masih rendah, termasuk di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bunut Kabupaten Pesawaran yang baru mencapai 51% dari target. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan niat Wanita Usia Subur (WUS) melakukan pemeriksaan HPV DNA berdasarkan Theory of Planned Behavior. Penelitian kuantitatif menggunakan desain cross-sectional dengan populasi penelitian adalah WUS berusia 30–69 tahun, dengan sampel 231 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 136 responden (58,9%) memiliki niat rendah untuk melakukan pemeriksaan HPV DNA. Pengetahuan (p=0,013 OR=20), sikap (p=0,001 OR=2,8), norma subjektif (p=0,020 OR=2), dan persepsi kontrol perilaku (p=0,001 OR=4) berhubungan dengan niat pemeriksaan HPV DNA. Persepsi kontrol perilaku merupakan faktor yang paling dominan (p=0,001 OR=4,6). Peningkatan niat pemeriksaan HPV DNA perlu difokuskan pada penguatan persepsi kontrol perilaku melalui kemudahan akses, peningkatan keyakinan diri, edukasi, serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan.
Copyrights © 2026