Ruptur perineum merupakan komplikasi yang sering terjadi pada persalinan pervaginam dan dapat menimbulkan perdarahan, nyeri, infeksi, serta memperlambat proses pemulihan ibu setelah melahirkan. Salah satu upaya pencegahan secara nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah pijat perineum pada akhir masa kehamilan. Tujuan : Mengetahui efektivitas pijat perineum untuk mengurangi ruptur perineum pada ibu bersalin di Puskesmas Sungai Kunyit Kalimantan Barat. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan two grup posttest-only nonquivalent control grup. Populasi adalah seluruh ibu hamil usia kehamilan > 34 minggu. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas 15 responden kelompok intervensi yang diberikan pijat perineum sebanyak 3-4 kali perminggu hingga persalinan dan 15 responden kelompok kontrol yang tidak diberikan pijat perineum. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, patograf dan cheklist pelaksanaan pijat perineum, kemudian di analisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil : Kelompok intervensi sebanyak 9 responden (60%) tidak mengalami ruptur perineum, sedangkan kelompok kontrol hanya 3 responden (20%) yang tidak mengalami ruptur perineum. Hasil uji Mann-Whitney diperoleh nilai p-value= 0,005 (p<0,05). Kesimpulan : Pijat perineum efektif dalam menurunkan derajat ruptur perineum pada ibu bersalin.
Copyrights © 2026