Latar Belakang: Emesis gravidarum merupakan keluhan umum pada ibu hamil trimester I akibat perubahan hormonal yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu terapi nonfarmakologis untuk mengurangi keluhan tersebut adalah aromaterapi lemon. Tujuan: Mengetahui pengaruh aromaterapi lemon terhadap penurunan frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di wilayah kerja Puskesmas Sungai Radak Kabupaten Kubu Raya. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel terdiri atas 25 ibu hamil trimester I yang mengalami emesis gravidarum dan dipilih dengan teknik consecutive sampling. Aromaterapi lemon diberikan selama 7 hari, dua kali sehari. Analisis data menggunakan analisis univariat dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Median frekuensi emesis gravidarum sebelum intervensi sebesar 6 kali per hari dan sesudah intervensi menjadi 3 kali per hari, dengan penurunan median sebesar 3 kali per hari. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan Z = -4,540 dan p-value = 0,000 (p<0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan aromaterapi lemon terhadap penurunan frekuensi emesis gravidarum. Kesimpulan: Aromaterapi lemon berpengaruh signifikan dalam menurunkan frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I dan dapat digunakan sebagai salah satu terapi nonfarmakologis untuk membantu mengurangi mual dan muntah selama kehamilan.
Copyrights © 2026