Latar Belakang: Nyeri luka post Sectio Caesarea merupakan masalah yang sering dialami ibu pascaoperasi dan dapat menghambat mobilisasi serta proses pemulihan. Terapi dzikir merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat memberikan efek relaksasi sehingga berpotensi menurunkan intensitas nyeri. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap penurunan nyeri luka ibu post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Fatima Ketapang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 39 ibu post Sectio Caesarea dipilih menggunakan teknik Consecutive Sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Median nyeri sebelum terapi dzikir adalah 4 dan sesudah terapi menjadi 2. Seluruh responden mengalami penurunan nyeri (negative ranks=39; positive ranks=0; ties=0). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z=-5,740 dengan p-value=0,000 (p<0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan terapi dzikir terhadap penurunan nyeri luka ibu post Sectio Caesarea. Kesimpulan: Terapi dzikir efektif menurunkan intensitas nyeri luka pada ibu post Sectio Caesarea dan dapat dijadikan sebagai intervensi nonfarmakologis pendamping dalam manajemen nyeri di rumah sakit.
Copyrights © 2026