Siklus menstruasi merupakan salah satu indikator kesehatan reproduksi perempuan. Keteraturan siklus menstruasi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah status gizi yang dapat diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh. IMT yang tidak normal, baik terlalu rendah maupun terlalu tinggi, dapat memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi sehingga menyebabkan gangguan siklus menstruasi. Mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan keteraturan siklus menstruasi pada mahasiswi Program Studi Sarjana Kebidanan Reguler Universitas 'Aisyiyah Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan accidental sampling, Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 86 responden. Data diperoleh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menentukan IMT serta kuesioner untuk mengetahui keteraturan siklus menstruasi. Analisis data menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Sebagian besar responden memiliki IMT normal sebanyak 56 responden (65,1%) dan memiliki siklus menstruasi teratur sebanyak 66 responden (76,7%). Hasil analisis menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,005 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan keteraturan siklus menstruasi. Terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh dengan keteraturan siklus menstruasi pada mahasiswi Program Studi Sarjana Kebidanan Reguler Universitas 'Aisyiyah Surakarta. Mahasiswi dengan IMT normal cenderung memiliki siklus menstruasi yang lebih teratur dibandingkan mahasiswi dengan IMT tidak normal.
Copyrights © 2026