Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika manajemen pemasaran pada usaha peternakan kambing tradisional melalui studi kasus di Kabol Junior Farm. Fokus penelitian meliputi hambatan promosi, pemanfaatan media digital, persaingan usaha, serta strategi yang diterapkan untuk mempertahankan keberlangsungan dan daya saing usaha. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari pemilik, karyawan, dan konsumen yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan metode observasi langsung, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi dan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Kredibilitas data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi masih dominan menggunakan komunikasi personal dan rekomendasi dari mulut ke mulut. Cara tersebut mampu membangun kepercayaan, tetapi membatasi perluasan pasar. WhatsApp dan Facebook telah dimanfaatkan, namun masih berfungsi sebagai media komunikasi pendukung dan belum dikelola sebagai sistem pemasaran digital yang terencana. Persaingan dihadapi melalui diferensiasi kualitas ternak, khususnya kambing Boer, pelayanan yang responsif, dan penguatan kepercayaan konsumen. Strategi pemasaran bertumpu pada tiga pilar, yaitu konsistensi kualitas ternak, pengembangan jaringan pasar, dan promosi organik melalui rekomendasi pelanggan. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi pemasaran berbasis hubungan personal dengan pemasaran digital yang lebih terstruktur diperlukan untuk memperkuat daya saing berkelanjutan usaha peternakan tradisional.
Copyrights © 2026