Kajian manajemen sumber daya manusia (MSDM) hijau masih didominasi organisasi formal dan belum banyak menjelaskan bagaimana nilai religius dan kearifan lokal diintegrasikan ke dalam pengelolaan tenaga kerja pada usaha mikro, kecil, dan menengah. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi etika Islam dan kearifan lokal Jawa dalam praktik MSDM hijau pada Mustika Raja Mas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi terhadap 14 informan. Data dianalisis secara tematik dengan membandingkan pengalaman pekerja tetap dan pekerja borongan berbasis rumah. Hasil penelitian menunjukkan etika Islam berfungsi sebagai orientasi moral melalui nilai amanah, tanggung jawab, kebersihan, dan tidak boros, sedangkan kearifan lokal Jawa menjadi infrastruktur sosial melalui gotong royong, rukun, tepa selira, musyawarah, dan kepercayaan. Integrasi kedua nilai berlangsung melalui keteladanan, pengarahan lisan, pembelajaran langsung, pembiasaan, pengawasan, koreksi, partisipasi, dan kontrol sosial. Kebaruan penelitian terletak pada temuan bahwa nilai lokal tidak secara langsung membentuk praktik hijau, tetapi dioperasionalkan melalui mekanisme pengelolaan tenaga kerja yang berbeda menurut status pekerja dan intensitas pengawasan. Temuan ini menegaskan perlunya UMKM memperkuat pedoman kerja, pembinaan keselamatan, pengawasan, dan evaluasi lingkungan sederhana tanpa menghilangkan kekuatan nilai lokal.
Copyrights © 2026