Perkembangan teknologi digital mendorong penetrasi platform Over-The-Top , salah satunya layanan streaming video Netflix yang mengelola ratusan juta pengguna aktif global. Skala operasional yang masif memicu tantangan teknis kompleks, seperti risiko single point of failure, latensi, dan pemrosesan data bervolume tinggi secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan komponen sistem terdistribusi pada Netflix dalam mengatasi masalah skalabilitas, toleransi kegagalan (fault tolerance), serta konsistensi data. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan, menyeleksi, dan membedah sumber literatur primer dari jurnal nasional serta dokumentasi teknologi resmi maksimal tiga tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi arsitektur microservices mampu mengisolasi kegagalan fitur secara mandiri. Implementasi Content Delivery Network (CDN) Open Connect berbasis server cache lokal pada jaringan ISP terbukti memangkas jarak geografis dan menekan angka buffering. Pada manajemen data, penggunaan basis data NoSQL terdistribusi Apache Cassandra dengan prinsip eventual consistency menjamin ketersediaan data (high availability) tanpa adanya titik kegagalan tunggal. Selain itu, ketangguhan ekosistem cloud secara proaktif diuji menggunakan instrumen Chaos Monkey melalui simulasi gangguan acak di lingkungan produksi demi menjaga kontinuitas layanan. Secara keseluruhan, keselarasan komponen-komponen ini membentuk infrastruktur yang adaptif dan fault-tolerant, meskipun dihadapkan pada tantangan kompleksitas sinkronisasi data antar-perangkat dan tingginya biaya operasional multi-lokasi.
Copyrights © 2026