Menjaga kejernihan sinyal vokal pada sistem suara pertunjukan langsung (live sound) sering kali terkendala oleh fenomena microphone bleeding, terutama akibat instrumen berdinamika keras. Keterbatasan perangkat konvensional dalam menyaring kebocoran tersebut mendorong pemanfaatan algoritma kecerdasan buatan melalui plugin Waves Clarity Vx. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja plugin tersebut dalam mereduksi microphone bleeding pada kanal vokal multitrack guna menentukan batas optimal terhadap intensitas pemrosesan. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental melalui simulasi Virtual Soundcheck, pengujian dilakukan pada 15 sampel vokal dengan menerapkan variasi tingkat reduksi mulai dari 0%, 50%, 75%, hingga 100%. Tingkat kejernihan sinyal dievaluasi secara objektif berdasarkan pengukuran nilai amplitudo Root Mean Square (RMS) yang dikonversi menjadi Signal-to-Noise Ratio (SNR). Hasil analisis menunjukkan bahwa intensitas pemrosesan 50% adalah sebagai titik optimal karena mampu meredam kebisingan latar secara signifikan tanpa mengurangi kualitas sinyal vokal, sedangkan intensitas 100% terbukti stagnan dan justru berisiko mereduksi energi vokal utama. Dengan demikian, plugin AI Clarity Vx dinilai efisien untuk diimplementasikan secara langsung pada sistem live sound selama pengaturannya dikunci pada batas aman 50%.
Copyrights © 2026