Tingginya angka kejahatan di Indonesia yang mencapai 584.991 kasus pada tahun 2023 mendorong kebutuhan akan sistem keamanan rumah yang lebih andal dan adaptif. Sistem berbasis sensor tunggal dinilai belum memadai karena rentan menghasilkan false alarm yang tidak akurat. Penelitian ini menerapkan metode scoring-based pada sistem deteksi gerak multi-sensor menggunakan sensor PIR HC-SR501 berbobot 3 dan sensor ultrasonik HC-SR04 berbobot 2 yang dikendalikan oleh mikrokontroler ESP32-CAM. Akumulasi total skor dari kedua sensor dibandingkan dengan nilai threshold untuk mengklasifikasikan kondisi menjadi tiga level keputusan, yaitu aman, waspada, dan bahaya, dengan mempertimbangkan pola pergerakan objek berdasarkan durasi aktivitas, frekuensi deteksi, dan perubahan jarak. Ketika ancaman terdeteksi, sistem secara otomatis mengaktifkan buzzer, mengunci smart lock berbasis solenoid, serta mengirimkan notifikasi beserta foto ke pengguna melalui Telegram Bot secara real-time. Hasil pengujian menunjukkan seluruh komponen sistem berfungsi sesuai rancangan dan metode scoring-based terbukti mampu meningkatkan akurasi deteksi sekaligus meminimalkan false alarm dibandingkan sistem sensor tunggal.
Copyrights © 2026